Momentum Hari Kartini: Perempuan Gunungkidul Didorong Ambil Peran Strategis di Tingkat Kelurahan!
|
Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini terus diresonansikan di Bumi Handayani melalui berbagai upaya konkret, salah satunya peningkatan kapasitas dan motivasi bagi kaum perempuan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menyongsong pelaksanaan Pemilihan Lurah (Pilurah) serentak di Kabupaten Gunungkidul.
Sebagai wujud komitmen nyata terhadap penguatan peran perempuan dalam demokrasi, Bawaslu Kabupaten Gunungkidul turut ambil bagian dalam agenda Pemberdayaan Perempuan yang diinisiasi oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gunungkidul pada Rabu (29/04/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat kantor Dinsos PPPA dengan menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan.
Dua panelis utama hadir memberikan pemaparan, yakni Anggota Bawaslu Kabupaten Gunungkidul, Deni Tri Utomo, dan Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gunungkidul, Supami. Kegiatan ini berfokus pada penguatan kapasitas organisasi perempuan agar lebih solid serta mendorong keberanian perempuan untuk keluar dari zona nyaman dan mengambil peran strategis sebagai penentu kebijakan di tingkat lokal.
Dalam paparannya, Deni Tri Utomo menegaskan bahwa partisipasi aktif perempuan bukan sekadar pelengkap dalam demokrasi, melainkan menjadi motor penggerak yang krusial. Ia menekankan pentingnya pengawasan partisipatif dari kelompok perempuan sebagai kunci untuk mewujudkan pesta demokrasi yang bersih dan berintegritas, khususnya di tingkat kelurahan.
Menurutnya, kepemimpinan perempuan sangat dibutuhkan untuk memastikan pembangunan desa berjalan lebih inklusif dan mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat. Kehadiran perempuan dalam posisi strategis diyakini dapat membawa perspektif baru yang lebih adil dan berimbang.
Lebih lanjut, forum tersebut secara khusus mendorong perempuan di Gunungkidul agar berani tampil sebagai kandidat lurah dalam Pilurah serentak mendatang. Dengan penguatan kapasitas dan motivasi ini, diharapkan perempuan tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga tampil di garda terdepan sebagai pemimpin yang mampu mengawal kedaulatan demokrasi di wilayahnya masing-masing.