Lompat ke isi utama

Berita

Peringati Hari Kartini 2026, Dinsos PPPA Gunungkidul Dorong Perempuan Aktif dalam Politik dan Demokrasi

Memperingati Hari Kartini 2026 di Ruang Rapat Lantai 2 Dinsos PPPA

Memperingati Hari Kartini 2026 di Ruang Rapat Lantai 2 Dinsos PPPA

Gunungkidul, 30 April 2026 — Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gunungkidul menggelar kegiatan Pembinaan Organisasi Perempuan dalam rangka memperingati Hari Kartini Tahun 2026 pada Kamis (30/4). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Dinsos PPPA tersebut menjadi momentum untuk mendorong partisipasi aktif perempuan di ranah publik dan politik.

Plt. Sekretaris Dinas PPPA Gunungkidul, Suyono, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas perempuan agar tidak hanya sebatas memenuhi kuota keterwakilan 30 persen, namun mampu tampil sebagai penggerak pembangunan dan demokrasi mulai dari tingkat kabupaten hingga kelurahan.

“Perempuan harus memiliki kapasitas, keberanian, dan ruang untuk berkontribusi secara nyata dalam pengambilan kebijakan maupun pembangunan daerah,” ungkapnya.

Hadir sebagai narasumber, Ketua KPU Gunungkidul, Asih Nuryanti, menyoroti momentum Pemilihan Lurah (Pilurah) serentak sebagai ajang pembuktian peran strategis perempuan dalam demokrasi lokal. Ia mengajak kaum perempuan untuk lebih percaya diri mengambil bagian, baik sebagai calon pemimpin, pemilih yang cerdas, maupun penyelenggara yang memahami teknis kepemiluan.

Menurutnya, kepemimpinan perempuan dengan perspektif inklusif sangat dibutuhkan untuk menghadirkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Anggota Bawaslu Gunungkidul, Deni Tri Utomo, S.Ag., menekankan pentingnya kemandirian berpikir bagi perempuan dalam menghadapi dinamika politik dan demokrasi.

Dalam perspektif pengawasan, Deni mendorong organisasi perempuan untuk menjadi bagian dari agen literasi demokrasi dan pengawasan partisipatif guna mencegah praktik politik uang serta menjaga netralitas, khususnya bagi perangkat desa menjelang pelaksanaan Pilurah serentak.

“Perempuan memiliki peran penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat, bermartabat, dan bebas dari praktik-praktik yang mencederai nilai demokrasi,” jelasnya.

Kegiatan yang dipandu oleh Ibu Diana selaku moderator tersebut berlangsung interaktif dengan melibatkan berbagai organisasi perempuan, termasuk PERWOSI dan unsur perangkat desa. Forum ini juga menjadi ruang diskusi untuk memperdalam pemahaman mengenai posisi hukum dan etika selama masa kampanye serta peran perempuan dalam menjaga kualitas demokrasi di tingkat lokal.

Peringatan Hari Kartini Tahun 2026 ini menjadi refleksi bahwa semangat emansipasi bukan hanya tentang kesetaraan hak, tetapi juga tentang keberanian perempuan dalam menentukan arah pembangunan bangsa melalui partisipasi politik yang sehat, aktif, dan bermartabat.