Lompat ke isi utama

Pers Release

Jaga Hak Pilih Pemula, Bawaslu Gunungkidul Tekankan Akurasi Data Pemilih Berkelanjutan dalam "Ngabuburit Pengawasan" Seri II

GUNUNGKIDUL – Bawaslu Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar agenda edukatif bertajuk "Ngabuburit Pengawasan Seri II" dengan tema “Pengawasan PDPB dan Pentingnya Menjaga Hak Pilih Pemula” pada Kamis (05/03/2026). Kegiatan daring ini bertujuan memastikan hak konstitusional warga negara, khususnya generasi muda, tetap terjaga melalui validitas data pemilih yang akurat. Dalam Sambutan pembuka kegiatan, Ketua Bawaslu Kabupaten Gunungkidul, Andang Nugroho, M.I.P., menegaskan bahwa pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) adalah tugas krusial meski di luar tahapan pemilu. "Bawaslu hadir untuk membimbing pemilih pemula agar tidak kehilangan hak pilihnya akibat kendala administratif. Data pemilu harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Andang.

Narasumber pertama, Anggota Bawaslu DIY Umi Illiyina, S.H., M.H., memaparkan bahwa selain Urgensi PDPB dan Perlindungan Hak Konstitusional, juga PDPB merupakan proses memperbarui data berdasarkan DPT terakhir dan data kependudukan nasional. Ia menekankan bahwa satu suara pemilih pemula sangat menentukan kualitas demokrasi serta :

  1. Prinsip PDPB : Harus dijalankan secara komprehensif, inklusif, akurat, dan responsif sesuai PKPU No. 1 Tahun 2025.

  2. Mekanisme Pengawasan : Bawaslu melakukan uji petik di lapangan untuk mencocokkan data. Jika ditemukan ketidaksesuaian, seperti data ganda atau warga yang telah meninggal namun masih terdaftar, Bawaslu segera memberikan saran perbaikan kepada KPU.

  3. Manfaat : Pengawasan yang ketat efektif mengurangi sengketa proses dan meningkatkan kepercayaan (trust) masyarakat terhadap integritas elektoral.

Sementara itu, Heri Santosa, S.Pd.I. Narasumber kedua dari KNPI Gunungkidul menyoroti terkait Tantangan Pemuda dan Literasi Digital serta tantangan nyata yang dihadapi pemilih pemula, seperti apatisme politik, arus hedonisme, hingga krisis identitas.

  1. Peran Organisasi : KNPI hadir untuk mendorong pemuda agar tidak apatis dan melek demokrasi melalui ruang-ruang diskusi dan perjumpaan.

  2. Strategi Edukasi : Mengingat tingginya aktivitas Gen Z di media sosial, Heri menyarankan sosialisasi kreatif menggunakan konten video pendek, polling, dan keterlibatan influencer muda agar pesan politik lebih relevan dengan kehidupan mereka.

Dalam sesi diskusi, Sinergi Menghadapi Hoaks dan Teknologi AI muncul kekhawatiran mengenai ancaman manipulasi informasi berbasis Artificial Intelligence (AI). Merespons hal tersebut, Bawaslu menegaskan telah memulai langkah pengawasan digital dan kolaborasi lintas lembaga guna mengedukasi masyarakat agar selalu melakukan check and recheck terhadap informasi yang beredar. Masyarakat juga diimbau untuk aktif mengecek status hak pilih mereka secara mandiri melalui laman dptonline. Kegiatan ini ditutup dengan harapan adanya kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga hak pilih. Menjaga hak pilih pemula bukan sekadar tugas administratif, melainkan amanah konstitusi untuk menjaga masa depan demokrasi Indonesia.

Pers Release