Lompat ke isi utama

Berita

“Ngayomi, Ngayemi, Ngayani”: Semangat Hari Jadi Gunungkidul ke-195 di Malam Tirakatan

Prosesi Malam Tirakatan

Prosesi Potong Tumpeng di Malam Tirakatan

Kordiv PP Datin

 Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Kabupaten Gunungkidul Menghadiri Malam Tirakatan

Gunungkidul, Jumat (3 Oktober 2025) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gunungkidul yang diwakili oleh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi, Kustanto Yuniarto, menghadiri Malam Tirakatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-195. Kegiatan yang mengusung tema “Ngayomi, Ngayemi, Ngayani” tersebut digelar di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Gunungkidul. Acara berlangsung khidmat dan penuh makna dengan dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gunungkidul, jajaran pejabat pemerintah daerah, serta berbagai unsur masyarakat yang turut memeriahkan peringatan hari jadi daerah ini. Dalam rangkaian acara, dilaksanakan penyerahan buku akuisisi arsip tokoh Bupati Gunungkidul Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Sosrohadiningrat, yang menjabat pada periode 1984–1989. Penyerahan arsip tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap jasa pemimpin terdahulu sekaligus refleksi luhur atas nilai tanggung jawab, keikhlasan, dan pengabdian dalam membangun Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk melestarikan sejarah kepemimpinan daerah serta menumbuhkan semangat meneruskan perjuangan menuju kemajuan masyarakat Gunungkidul.

Selain itu, turut diserahkan hadiah lomba pembuatan logo Hari Jadi ke-195 Kabupaten Gunungkidul, yang sebelumnya diselenggarakan sebagai bentuk pelibatan masyarakat dalam memperingati hari jadi daerah. Sebagai puncak acara, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih bersama Wakil Bupati Joko Prawoto memimpin prosesi pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur dan doa bersama demi kemajuan, kesejahteraan, serta keberkahan bagi seluruh masyarakat Gunungkidul. Partisipasi Bawaslu Kabupaten Gunungkidul dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian nilai-nilai budaya dan kebersamaan daerah, sejalan dengan semangat Ngayomi, Ngayemi, Ngayani — yaitu melindungi, menyejukkan, dan melayani masyarakat Gunungkidul dengan penuh ketulusan.