Muhammad Iqbal Khatami Menjadi Narasumber P2P Daring , Bahas Pengawasan Partisipatif Berbasis Digital
|
Yogyakarta — Sabtu, 22 November 2025, Bawaslu Daerah Istimewa Yogyakarta menghadirkan Muhammad Iqbal Khatami, S.I.Kom., M.A. dari Komite Independen Sadar Pemilu (KISP) sebagai narasumber dalam kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Daring. Pada sesi ini, Iqbal membawakan materi bertema “Pengawasan Partisipatif Berbasis Digital”, sebuah topik yang menjadi semakin relevan dalam ekosistem kepemiluan modern.
Dalam penyampaiannya, Iqbal banyak membagikan pengalaman pribadinya dalam membangun KISP, sebuah komunitas yang dikenal aktif mendorong partisipasi masyarakat melalui kanal digital. Ia menjelaskan bagaimana KISP berkembang dengan memanfaatkan kekuatan media sosial sebagai sarana edukasi, komunikasi, sekaligus pengawasan partisipatif.
Iqbal menekankan bahwa teknologi digital memberikan peluang luas bagi masyarakat untuk ikut serta mengawasi jalannya pemilu secara lebih cepat, transparan, dan inklusif. Menurutnya, strategi komunikasi yang tepat melalui platform seperti Instagram, X/Twitter, TikTok, dan WhatsApp dapat memperkuat jaringan informasi, mempercepat pelaporan dugaan pelanggaran, serta meningkatkan kesadaran pemilih.
Selain berbagi pengalaman, Iqbal juga memaparkan teknis-teknis pengawasan berbasis media sosial, termasuk:
cara mengidentifikasi potensi pelanggaran melalui aktivitas digital,
penggunaan fitur pelaporan online,
strategi membangun kampanye edukatif yang menarik,
serta metode kolaborasi digital antarkomunitas pemantau pemilu.
Sesi berlangsung interaktif dan mendapatkan respons antusias dari peserta P2P Daring karena memberikan sudut pandang praktis yang dapat langsung diterapkan di daerah masing-masing. Materi ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan pengawas dalam merespons dinamika pemilu yang semakin terhubung dengan ruang digital.
Dengan hadirnya narasumber seperti Muhammad Iqbal Khatami, Bawaslu DIY terus mendorong inovasi dan penguatan kapasitas pengawasan partisipatif di era digital menuju Pemilu 2029 yang lebih bermartabat.