Bawaslu Kabupaten Gunungkidul Hadiri Pembukaan P2P Daring Bawaslu DIY
|
Gunungkidul — Bawaslu Kabupaten Gunungkidul menghadiri kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Dalam Jaringan yang diselenggarakan oleh Bawaslu Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu, 22 November 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat.”
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Bawaslu Kabupaten Gunungkidul sebagaimana tercantum dalam undangan, yakni Ketua, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas; Kepala Subbagian Pengawasan Pemilu dan Humas; serta Staf Pengawasan sebagai admin P2P Daring.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 WIB ini digelar melalui platform Zoom Meeting dan diikuti oleh jajaran Bawaslu kabupaten DIY dan Jajaran Bawaslu Kabupaten Gunungkidul dan Bawaslu Kabupaten Bantul. Peserta mendapatkan sejumlah materi strategis terkait penguatan pengawasan partisipatif, antara lain:
Teknis Pencegahan Pelanggaran dan Sengketa Proses Pemilu
Teknis Pelaporan Dugaan Pelanggaran Pemilu
Teknis Permohonan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu
Teknis Pengembangan Gerakan Pengawasan Partisipatif
Teknis Penguatan Jaringan dan Pemberdayaan Komunitas
Pengawasan Partisipatif Berbasis Digital
Para pemateri berasal dari Bawaslu Provinsi DIY serta narasumber eksternal seperti Abdullah Dahlan dan Iqbal Khatami.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Gunungkidul menyampaikan bahwa kegiatan ini penting untuk memperkuat kapasitas pengawas di tingkat kabupaten.
“P2P Daring ini menjadi ruang penting untuk menambah pengetahuan dan menyamakan langkah dalam membangun gerakan pengawasan partisipatif. Kami ingin memastikan bahwa Pemilu 2029 di Gunungkidul semakin bermartabat dan melibatkan masyarakat secara luas,” ujarnya.
Bawaslu Kabupaten Gunungkidul menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu DIY atas penyelenggaraan kegiatan ini dan menegaskan komitmen untuk terus memperkuat edukasi serta keterlibatan masyarakat menuju Pemilu 2029 yang lebih berkualitas.