Gunungkidul — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gunungkidul secara resmi menggelar Kick Off Ngabuburit Pengawasan pada Kamis (26/2/2026) pukul 13.00 WIB. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh jajaran pengawas pemilu, akademisi, mahasiswa, serta masyarakat luas. Mengusung tema “Tata Kelola Kelembagaan Pengawasan Pemilu & SDM Pengawas Pemilu”, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Bawaslu Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni Ketua Bawaslu DIY, Drs. Mohammad Najib, M.Si, dan Anggota Bawaslu DIY, Agung Nugroho, S.Pt. Diskusi dipandu oleh Agung Supriadi, S.Pd.I, Staf Bawaslu Kabupaten Gunungkidul sebagai moderator.
Kegiatan dibuka oleh sambutan Ketua Bawaslu Kabupaten Gunungkidul, Andang Nugroho, M.I.P., yang menekankan bahwa tugas pengawasan bukanlah perkara mudah. "Kita perlu SDM yang memadai dan saling berkolaborasi. Ngabuburit ini adalah usaha kita untuk terus meningkatkan pengetahuan di bidang pengawasan agar lembaga tetap siap dalam kondisi apapun," ujar Andang.
Analogi Tim Sepak Bola dan Akurasi Lembaga Ketua Bawaslu DIY, Drs. Mohammad Najib, M.Si., dalam arahannya mengibaratkan pengelolaan lembaga seperti tim sepak bola. Ia berharap agar para alumni kader pengawas (SKPP/P2P) tetap menjadi keluarga besar yang siap berkontribusi pada pemilu mendatang, bagi pengawas Pemilu di semua tingkatan,"Beliau menekankan bahwa tanpa organisasi yang rapi, sebuah lembaga akan bekerja lambat dan kehilangan profesionalismenya. Najib menegaskan pentingnya pemanfaatan SDM secara optimal untuk menghasilkan performa terbaik. 'Tata kelola yang baik memastikan kita bergerak sebagai satu sistem yang solid, bukan sekadar kerumunan. Kepercayaan masyarakat sangat bergantung pada seberapa cepat dan akurat kita bekerja,' pungkasnya.
Visi Indonesia Emas dan Transformasi Digital Anggota Bawaslu DIY, Agung Nugroho, S.Pt., memaparkan Rencana Strategis (Renstra) Bawaslu yang berfokus pada penguatan demokrasi substansial menuju Indonesia Emas 2045. Beliau menyoroti prestasi Bawaslu yang saat ini menempati tingkat kepercayaan publik tertinggi kedua setelah TNI versi Litbang Kompas. "Target kita di 2029 adalah 100% penindakan pelanggaran yang cepat dan melatih lebih dari 27.000 kader partisipatif. Untuk mencapainya, tiap fungsi dalam struktur—baik komisioner maupun sekretariat—harus berjalan sesuai porsinya, seperti komponen pada sepeda motor yang saling mendukung," jelas Agung.
Menjawab Tantangan Anggaran dan Ancaman AI Dalam sesi diskusi, muncul pembahasan mengenai keterbatasan anggaran di daerah serta tantangan teknologi berupa Artificial Intelligence (AI). Menanggapi isu hoaks dan manipulasi data berbasis AI, ditegaskan bahwa Bawaslu telah memulai langkah antisipasi melalui pengawasan digital dan kolaborasi dengan pihak kepolisian serta lembaga kompeten. "Tugas kita adalah memberi pemahaman kepada masyarakat untuk selalu melakukan check and recheck. Semangat pengawasan digital sudah kita mulai untuk membentengi masyarakat dari keresahan akibat manipulasi informasi,"
Kegiatan Ngabuburit Pengawasan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Gunungkidul dalam membangun ruang diskusi publik yang edukatif dan partisipatif, khususnya dalam momentum menjelang tahapan pemilu dan pemilihan. Melalui forum ini, Bawaslu berharap terbangun pemahaman bersama mengenai pentingnya pengawasan partisipatif serta penguatan kelembagaan yang berkelanjutan.
Bawaslu Kabupaten Gunungkidul berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program literasi pengawasan yang inklusif, sebagai bentuk penguatan demokrasi yang berintegritas di tingkat daerah.